Ujian Semester Orientasi Baru Psikologi Pendidikan


UJIAN SEMESTER ORIENTASI BARU PSIKOLOGI PENDIDIKAN

  1. Jelaskan mengapa mahasiswa MTP harus mengikuti perkuliahan Orientasi Baru Dalam Psikologi Pendidikan? Jawaban anda hendaknya di mulai dengan Rasional, tujuan Kurikuler, tujuan instruksional dan manfaat setiap pokok bahasan yang di kaji dalam perkuliahan?
  2. Profesionalitas guru di tandai beberapa indikator antara lain memiliki empat kompetensi yaitu kompetensi pedagogi, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional, Jelaskan bagaimana aplikasi empat kompetensi tersebut dalam proses pembelajaran berbasis psikologi pendidikan.
  3. Teori teori Behaviorism telah dikembangkan oleh pavlov, watson, thorndike dan skiner. Anda di minta menganalisis bagaimana penerapan teori behaviorisme tersebut dalam pendidikan dan pembelajaran?
  4. Upaya meningkatkan motivasi belajar dapat dilakukan berdasarkan perspektif behavioral, humanistis, kognitif dan perpektif sosial. Anda di minta menjelaskan gagasan yang terdapat pada keempat perspektif tersebut.dan bagaimana implementasinya masing – masing perspektif tersebut dalam proses pembelajaran?
  5. Mengapa mempelajari perkembangan anak itu penting? Menurut jean piaget ada empat tahap perkembangan kognitif yang terjadi pada manusia pada umumnya.anda di minta menyebutkan ciri – ciri yang terdapat pada setiap Tahapan,dan menjelaskan sedikitnya empat teaching strategies bagaimana menerapkan teori piaget untuk pendidikan anak.
  6. Beberapa hasil riset menunjukkan bahwa wanita lebih baik ketimbang pria dalam hal memori episodiknya yaitu memori tentang kejadian personal yang mencakup waktu dan tempat kejadian,sedangkan pria lebih baik ketimbang wanita dalam hal visual – spatial working memory.anda diminta menjelaskan sedikitnya tiga teaching strategies untuk membantu murid meningkatkan memori mereka, serta jelaskan apakah perbedaan gender perlu di pertimbangkan dalam teaching strategis yang anda piilh.
  7. Anda di minta menjelaskan konsep tentang “individu berkebutuhan khusus” ? jawaban anda hendaknya di mulai dengan definisi, jenis – jenisnya, dan bagaimana model pendidikan yang paling tepat jika di lakukan di sekolah reguler/umum, di sekolah luar biasa dan di panti?
  8. Pengukuran (measurement) dan penilaian (evaluation) merupakan proses yang di lakukan dalam kegiatan secara sistematis dalam rangka mengumpulkan informasi tentang perkembangan peserta didik dan kemajuan belajar yang di capainya.jelaskan definisi, pendekatan dan istrumentnya berikut contohnya masing – masing.

Jawaban:
Pertanyaan No 1

Mahasiswa MTP harus mengikuti perkuliahan Orientasi Baru Dalam Psikologi Pendidikan karena beberapa hal berikut ini:

  • Tujuan dari teknologi pendidikan adalah untuk memfasilitasi pembelajaran dengan menggunakan teknologi baik berupa alat-alat ataupun proses yang diciptakan untuk meningkatkan kinerja baik peserta didik, guru maupun sekolah sebagai suatu organisasi. Dalam memfasilitasi pembelajaran, seorang ahli tekonologi pendidikan harus memahami konsep-konsep dan teori-teori dalam ilmu psikologi agar tujuan tersebut dapat tercapai. Sebagai contoh jika seorang ahli pendidikan akan membuat sebuah media pembelajaran berupa slide presentasi interaktif. Slide yang dibuat harus dipersiapkan sedemikian rupa agar tampilan slide tersebut dapat memberikan stimulus atau rangsangan bagi peserta didik. Pemahaman tentang psikologi inilah yang akan diperoleh melalui mata kuliah orientasi baru dalam psikologi pendidikan.
  • Dengan semakin berkembangnya kemajuan teknologi terutama dalam teknologi komunikasi dan informasi. Ahli teknologi pendidikan dapat memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut untuk memfasilitasi pembelajaran. Begitupula dalam perkembangan ilmu psikologi yang terus terjadi. Dengan semakin banyaknya hasil-hasil riset terbaru tentang psikologi maka dalam ilmu psikologi itu sendiri telah terjadi perkembangan yang sangat pesat. Oleh karena itu diperlukan orientasi baru dalam ilmu psikologi khususnya psikologi pendidikan. Maka ahli teknologi pendidikan harus memahami perubahan apa yang terjadi dalam ilmu psikologi sehingga dalam menciptakan sarana atau media untuk memfasilitasi pembelajaran, seorang ahli teknologi pendidikan dapat mengetahuinya melalui ilmu orientasi baru dalam teknologi pendidikan.

Adapun tujuan instruksional dari mata kuliah orientasi baru dalam psikologi pendidikan adalah untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi lebih profesional dalam mengajar, komunikasi dan konseling. Hal ini dilatarbelakangi dari banyaknya perkembangan menarik di bidang psikologi pendidikan dimana materi yang dipelajari menekankan implikasi pendidikan dan aplikasi penelitian tentang perkembangan anak, ilmu kognitif, belajar, mengajar dan assesmen.

Adapun manfaat dari tiap-tiap pokok bahasan adalah sebagai berikut:

  • Perspektif perkembangan dan pertumbuhan individu dan perilaku belajarnya di kelas bermanfaat untuk mengetahui teori-teori perkembangan individu seperti aliran nativisme, empirisme dan konvergensi. serta untuk memahami perbedaan antara pertumbuhan dan perkembangan. Dimana pertumbuhan alah peristiwa biologis pada mahluk hidup berupa perubahan ukuran yg bersifat tidak reversibel atau tidak dapat kembali ke asal. Sedangkan perkembangan adalah perubahan struktur dan fungsi yg bersifat spesifik menuju tercapainya kedewasaan. Perbedaan antara
    pertumbuhan dan perkembangan adalah sebagai berikut: pertumbuhan dapat diukur, bersifat kuantitatif, berlangsung secara cepat pada awal usia hingga remaja, memiliki batasan usia. Sedangkan perkembangan: tidak dapat diukur, bersifat kualitatif, berlangsung di setiap fase kehidupan, tidak terbatasi usia.
  • Perkembangan kognitif, moral dan sosial yang terjadi pada individu selaku perserta didik. Adapun manfaat dari pokok bahasan ini adalah untuk: mengetahui teori perkembangan kogintif seperti teori piaget Piaget membagi skema yang digunakan anak untuk memahami dunianya melalui empat periode utama yang berkorelasi dengan dan semakin canggih seiring pertambahan usia: yaitu periode sensorimotor (usia 0–2 tahun), periode praoperasional (usia 2–7 tahun), Periode operasional konkrit (usia 7–11 tahun), Periode operasional formal (usia 11 tahun sampai dewasa)
  • Keterkaitan antara pembelajaran dan kognisi serta motivasi belajar. Dimana pembelajaran dipengaruhi oleh motivasi belajar. Dengan motivasi yang tinggi akan diperoleh keterampilan kognisi yang maksimal. Jika motivasi tidak maksimal maka perkembangan kognisi tidak akan maksimal.
  • Peran keluarga lingkungan dan teman sebaya. Manfaat dari pokok bahasan ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran keluarga, lingkungan dan teman sebaya dalam mempengaruhi perkembangan anak. Dimana keluarga merupakan agen sosialisasi primer yang membentuk kepribadian seseorang. Hitam putih perkembangan akan sangat dipengaruhi oleh faktor keluarga. Namun pada usia remaja akan terjadi perubahan dimana yang sangat berpengaruh adalah teman sebaya dari pada keluarga. Karena anak akan lebih taat kepada teman-temannya daripada kepada perintah ayah atau ibunya.
  • Peran faktor intelektual dan non intelektual dalam belajar. Dalam pokok bahasan ini dipelajari tentang faktor-faktor yang mempengaruhi belajar yaitu faktor intelektual seperti kecerdasan intelegensi (IQ), bagaimana seorang anak dengan IQ yang tinggi dapat dengan mudah memahami materi pelajaran yang diberikan. Meskipun demikian ternyata terdapat faktor non intelektual yang lebih berpengaruh terhadap kesuksesan anak dimasa yang akan datang seperti kecerdasan emosional (EQ), kecerdasan spiritual (SQ) dan kecerdasan kesuksesan (SI). Malah tiga kecerdasan terakhir inilah yang sangat besar pengaruhnya dalam proses belajar daripada kecerdasan intelektual.
  • Prinsip-prinsip dan atau teori-teori psikologis tentang belajar/pembelajaran. Manfaat dari mata kuliah ini adalah untuk mengetahui prinsip-prinsip atau teori-teori psikologi tentang belajar atau pembelajaran seperti teori kogntifi, teori behavior, dan teori konstruktivis
  • Pendekatan-pendekatan yang berpusat pada guru dan pada peserta didik. Manfaat dari pokok bahasan ini adalah untuk mengetahui bahwa pendekatan yang digunakan saat ini adalah pendekatan yang berpusat pada peserta didik. Dimana pembelajaran harus terjadi pada diri peserta didik bukan pada guru. Selama ini yang terjadi guru yang aktif dalam mengajar sedangkan peserta didik hanya mendengar ceramah dari guru. Maka seharusnya pendekatan yang digunakan adalah pendekatan yang berpusat pada peserta didik dengan mengoptimalkan kemampuan siswa.
  • Dinamika perilaku dan kelompok, penyesuaian diri dan kesehatan mental. Manfaat dari mata kuliah ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh kelompok terhadap perkembangan perilaku, penyesuaian diri dan kesehatan mental seorang anak. Dimana perilaku individu banyak dipengaruhi oleh kelompok, dan kelompok primer yang paling berpengaruh adalah keluarga.
  • Fakta, generalisasi dan teori-teori psikologi yang berasal dari hasil riset pendidikan. Manfaat dari pokok bahasan ini adalah untuk mengetahui hasil-hasil riset terbaru dalam bidang psikologi pendidikan melalui publikasi-publikasi ilmiah seperti jurnal pendidikan atau jurnal psikologi. Sehingga hasil riset tersebut dapat digunakan oleh stakeholder dalam bidang pendidikan.
  • Pembelajaran untuk individu berkebutuhan khusus. Manfaat mata kuliah ini adalah untuk mengetahui bagaimana memfasilitasi pembelajaran bagi individu yang berkebutuhan khusus. Bagaimana agar kemampuan individu yang berkebutuhan khsus dapat berkembang secara optimal. Hal ini dibutuhkan karena individu yang berkebutuhan khusus biasanya memiliki kelebihan pada bidang lainnya.
  • Aplikasi pengukuran dan evaluasi dalam pendidikan. Manfaat dari pokok bahasan ini adalah untuk mengetahui perbedaan antara pengukuran, penilaian dan evaluasi. Serta manfaat yang dapat diperoleh dari pengukuran dan evaluasi dalam pendidikan.
  • Metode penelitian kuantitatif dan kualitatif dalam pembelajaran dan pengajaran. Manfaat mata kuliah ini adalah untuk mengetahui perbedaan antara penelitian kualitatif dan kuantitatif dalam psikologi. Sehingga mahasiswa dapat melakukan penelitian berbasis dua metode tersebut yaitu kualitatif dan kuantitatif.

 

Pertanyaan No 2

Adapun aplikasi dari kompetensi guru dalam pembelajaran yang berbasis psikologi pendidikan adalah sebagai berikut:

  • Kompetensi padegogi kemampuan seorang guru dalam memahami karakteristik atau kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik melalui berbagai cara. Cara yang utama yaitu dengan memahami peserta didik melalui perkembangan kognitif tersebut, merancang pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran serta evaluasi hasil belajar sekaligus pengembangan peserta didik. Dalam proses pembelajaran yang berbasis psikologi pendidikan, seorang pendidik harus mengetahui perkembangan kemampuan peserta didik untuk dapat menentukan rancangan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan tersebut. Jika pembelajaran yang dilaksanakan tidak berdasarkan atas perkembangan kognitif maka tujuan yang diharapkan dari proses pembelajaran tidak akan tercapai. Begitupula dalam pelaksanaan pembelajaran, seorang guru harus memahami karakteristik peserta didik dari sudut pandang psikologi. Dimana setiap individu memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Secara intelektual tidak ada individu yang memiliki kemampuan yang sama. Begitupula dalam aspek-aspek lain seperti emosional, tempramen, watak dan tipe kepribadian.
  • Kompetensi kepribadian ini adalah salah satu kemampuan personal yang harus dimiliki oleh guru profesional dengan cara mencerminkan kepribadian yang baik pada diri sendiri, bersikap bijaksana serta arif, bersikap dewasa dan berwibawa serta mempunyai akhlak mulia untuk menjadi sauri teladan yang baik. Dalam proses pembelajaran guru harus senantiasa berusaha untuk bersikap positif agar hasil yang diharapkan dari proses pembelajaran dapat dicapai dengan baik. Jika guru tidak dapat menjadi figur yang dapat ditiru oleh peserta didik, maka peserta didik akan kehilangan role model bagi mereka dalam proses belajar. Role model ini sangat diperlukan terutama sekali pada usia remaja, peserta didik cenderung untuk melakukan imitasi baik sikap atau perilaku dari orang lain. Seorang guru yang berkepribadian baik dapat menjadi role model yang tepat bagi murid-muridnya. Bagaimana cara berbicara, cara berpakaian, cara menanggapi pertanyaan yang ditampilkan oleh seorang guru haruslah dapat menjadi pedoman bagi murid-muridnya. Banyak kasus-kasus yang terjadi dimana guru yang berkepribadian baik dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik yang pada akhirnya dapat menjadi sarana untuk kesuksesan peserta didik dimasa depan mereka.
  • Kompetensi profesional adalah salah satu unsur yang harus dimiliki oleh guru yaitu dengan cara menguasai materi pembelajaran secara luas dan mendalam. Seorang guru yang profesional adalah guru yang memiliki penguasaan yang baik terhadap materi pembelajaran. Apalah jadinya jika guru tidak menguasai bahan ajar. Ia akan berdiri di depan kelas dalam keadaan yang bimbang karena tidak tahu apa yang akan disampaikan. Jika ini yang terjadi maka jangan berharap akan mendapatkan hasil yang baik dari proses pembelajaran. Dengan kemampuan profesional yang baik seorang guru dapat memotivasi peserta didik untuk menguasai materi pelajaran yang diajarkannya.
  • Kompetensi sosial adalah salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang pendidik melalui cara yang baik dalam berkomunikasi dengan murid dan seluruh tenaga kependidikan atau juga dengan orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar. Kemampuan untuk berinteraksi baik dengan siswa, dengan sesama rekan guru atau dengan orang tua wali peserta didik merupakan kemampuan mutlak yang harus dikuasai oleh seorang guru. Tanpa kemampuan komunikasi yang baik, sulit bagi seorang guru untuk dapat melaksanakan aktivitas belajar mengajar dengan baik.

 

Pertanyaan Nomor 3

Analisis dan penerapan teori-teori Behaviorism telah dikembangkan oleh pavlov, watson, thorndike dan skiner adalah sebagai berikut:

  • Ivan Petrovich Pavlov (1849-1936) adalah seorang behavioristik terkenal dengan teori pengkondisian asosiatif stimulus-respons dan hal ini yang dikenang darinya hingga kini. Classic conditioning (pengkondisian atau persyaratan klasik) adalah proses yang ditemukan Pavlov melalui percobaannya terhadap anjing, dimana perangsang asli dan netral dipasangkan dengan stimulus bersyarat secara berulang-ulang sehingga memunculkan reaksi yang diinginkan. Aplikasi teori ini dalam pembelajaran adalah dengan cara melakukan penciptaan suatu kondisi tertentu dalam proses pembelajaran sehingga peserta didik termotivasi untuk belajar. Seperti menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Begitupula dengan memberikan pengulangan materi. Guru tidak boleh bosan untuk mengulang-ulang materi pelajaran yang sudah disampaikan seperti yang dilakukan oleh Pavlov anjing yang dijadikan sebagai obyek eksperimennya. Dengan mengulang suatu stimulus tertentu maka diharapkan suatu respon tertentu akan dihasilkan.
  • Teori Watson menyatakan bahwa pelaziman dapat mengubah perilaku perilaku seseorang secara nyata teori ini dihasilkan dari eksperimen yang dilakukan terhadap seorang bayi berumur 11 bulan. Sehubungan dengan pendidikan dan pengajaran yang berdasarkan stimulus respon, Watson mengemukakan dua prinsip penting yaitu recency principle dan frequency principle. Menurut recency principle jika suatu stimulus baru saja menimbulkan respon, maka kemungkinan stimulus itu untuk menimbulkan respon yang sama apabila diberikan akan lebih besar daripada kalau stimulus itu diberikan setelah lama berselang. Menurut frequency principle apabila suatu stimulus dibuat lebih sering menimbulkan respon maka kemungkinan stimulus itu akan menimbulkan respon yang sama pada waktu yang lain akan lebih besar. Dalam pendidikan dan pengajaran teori Watson dapat diterapkan dengan memberikan reward atau punishment tidak terlalu lama dari perilaku yang dilakukan oleh siswa. Contohnya jika siswa melakukan pelanggaran maka guru harus memberikan punishment saat itu juga tidak menunda-nunda sampai pelanggaran berikutnya. Begitupula dalam menyiapkan media pembelajaran guru dapat menggunakan media yang dapat menstimulasi siswa seperti gambar-gambar, slide presentasi dan video. Jika penayangan suatu video dapat meningkatkan kemampuan siswa maka pada pertemuan berikutnya video juga akan memberikan hasil yang sama sesuai dengan prinsip frequency principle.
  • Thorndike mengemukakan teori koneksionisme, dimana belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Stimulus adalah apa yang merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran, perasaan, atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indera. Sedangkan respon adalah reaksi yang dimunculkan peserta didik ketika belajar, yang dapat pula berupa pikiran, perasaan, atau gerakan atau tindakan. Aplikasi teori ini dalam kegiatan belajar mengajar adalah dengan meberikan stimulasi kepada peserta didik di awal kegiatan belajar mengajar. Dalam metode saintifik kegiatan pertama yang dilakukan adalah mengamati suatu stimulus tertentu, apakah berupa gambar, slide atau video dan lain sebagainya. Sehingga dengan stimulus yang diberikan dapat merangsang siswa untuk berfikir tentang stimulus tersebut. Dengan demikian terjadilah respon yang diharapkan. Hasil yang akan diperoleh akan sangat berbeda jika guru tidak memulai dengan memberikan stimulus. Peserta didik tidak mendapatkan rangsangan yang cukup untuk memulai pembelajaran. Oleh karena itu dalam kurikulum 2013 setiap kegiatan pembelalajaran harus diawalai dengan kegiatan mengamati.
  • Teori yang dikemukakan oleh Skinner adalah teori tentang stimulus respon yang diikuti dengan reinforcement. Menurut Skinner hubungan antara stimulus dan respon yang terjadi melalui interaksi dengan lingkungannya yang kemudian menimbulkan perubahan tingkah laku karena stimulus-stimulus yang diberikan akan saling berinteraksi dan interaksi antar stimulus itu akan mempengaruhi respon yang dihasilkan melalui pemberian penguatan (reinforcement). Teori ini diaplikasikan dalam kegiatan pembelajaran seperti pembelajaran berprogram dan pembelajaran modular. Pembelajaran berprogram seperti pembelajaran yang berbasis komputer, dimana guru menyajikan slide-slide presentasi yang menarik perhatian siswa sehingga respon yang positif akan diberikan siswa dan guru memberikan penguatan dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa seperti pertanyaan interaktif berbasis program komputer seperti wondershare quiz creator yang memungkinkan siswa untuk mencari jawaban yang benar dari setiap pertanyaa. Reinforcement yang diberikan berupa simbol warna atau gambar centang yang menunjukkan jawaban tersebut benar dan juga tanda silang atau warna merah yang muncul ketika jawaban yang diberikan salah. Hal ini dapat meningkatkan kemampuan belajar peserta didik berdasarkan aplikasi teori Skinner.

 

 

 

 

Pertanyaan Nomor 4

Upaya meningkatkan motivasi belajar dapat dilakukan berdasarkan perspektif behavioral, humanistis, kognitif dan perpektif sosial. Penjelasannya adalah sebagai berikut:

  • Berdasarkan perspektif behavioral upaya untuk meningkatkan prestasi dijelaskan melalu teori penguatan dan modifikasi perilaku serta teori kaitan imbalan dan prestasi. Menurut teori penguatan dan modifikasi perilaku terdapat faktor di luar diri seseorang uang turut berperan sebagai penentu dan pengubah perilaku. Contoh seorang tukang ketik yang mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik dalam waktu singakt. Tukang ketik tersebut mendapat pujian dari atasannya. Pujian tersebut berakibat pada kenaikan gaji yang dipercepat. Karana itu tukang ketik tersebut akan terdorong bukan hanya bekerja lebih tekun dan lebih teliti, akan tetapi bahkan berusaha meningkatkan keterampilannya. Yang pada gilirannya diharapkan mempuanyai konsekuensi positif lagi di kemudian hari. Sedangkan menurut teori kaitan imbalan dengan prestasi menjelaskan bahwa motivasi seorang individu sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor baik yang bersifat internal maupun eksternal. Termasuk pada faktor internal seperti persepsi seseorang mengani diri sendiri, harga diri, harapan pribadi, kebutuhan, keinginan, kepuasan kerja, dan prestasi yang dihasilkan sedangkan faktor eksternal seperti jenis dan sifat pekerjaan, kelompok kerja, organisasi tempat bekerja, situasi lingkungan pda umumnya dan sistem imbalan yang berlaku dan cara penerapannya.
  • Berdasarkan perspektif humanis, upaya untuk meningkatkan motivasi dijelaskan melalui teori kebutuhan (Abraham Maslow). Maslow merinci kebutuhan manusia menjadi lima tingkatan yaitu kebutuhan fisiologis, keamanan, cinta dan kebutuhan harga diri. Dimana masing-masing kebutuhan ini bersifat hierarkis. Jika diaplikasikan dalam proses belajar mengajar maka Pendidikan diharapkan memotivasi manusia untuk menjadi dirinya sendiri. Lebih lanjut, pendidikan perlu menghantar seseorang untuk memahami siapa dirinya dan bukannya membentuk manusia sesuai format yang telah direncanakan. Peserta didik dibiarkan mengenal dan menjadi dirinya sendiri. Ketika dia sudah mengenal dirinya, tentu dia bisa menentukan pilihan dan arah hidupnya. Maka sangat naif jika seorang ayah yang berprofesi sebagai dokter mengharapkan anaknya menjadi dokter, padahal anak tersebut tidak terlalu mahir di bidang eksakta. Atau, seorang ibu yang berprofesi akuntan menginginkan anak-anaknya juga menjadi akuntan, padahal mereka sangat tidak berminat dalam mengelola usaha dan uang. Begitu pula di sekolah dalam konteks pendidikan yang humanistik, seorang guru dituntut memiliki hubungan emosional yang positif dengan anak didik. Kehangatan dan kelemahlembutan adalah sikap utama yang perlu ditonjolkan. Daripada menjadi seorang pendikte isi buku di dalam kelas, sebaiknya seorang guru menyajikan materi-materi secara imajinatif serta kreatif dalam memfasilitasi proses pembelajaran. Hal ini dapat dilakukan dengan menjajaki kesan-kesan para siswa akan proses pembelajaran yang difasilitasi oleh guru bersangkutan.
  • Menurut perspektif kognitif, motivasi dijelaskan melalui teori kebutuhan berprestasi (Teori McClelland). Menurut McClelland manakala kebutuhan seseorang terasa sangat mendesak, maka kebutuhan akan memotivasi orang tersebut untuk berusaha keras memenuhi kebutuhan tersebut. Contohnya, apabila seseorang memiliki kebutuhan prestasi belajar yang tinggi, maka kebutuhan tersebut mendorong orang untuk menetapkan target yang penuh tantangan, dia harus bekerja keras untuk mencapai tujuan dengan menggunakan keterampilan dan pengalaman yang ia miliki. Peningkatan prestasi belajar didukung sikap pribadinya, dalam mengolah pelajaran yang didapat di sekolah, keseriusan dalam belajar, membagi waktu bermain dan belajar.
  • Menurut perspektif sosial motivasi dijelaskan melalui teori Alderfer (ERG). ERG berarti E = existence (kebutuhan akan eksistensi), R = relatedness (kebutuhan untuk berhubungan dengan pihak lain), dan G = growth (kebutuhan akan pertumbuhan. Aplikasi dari teori ini menunjukkan bahwa jika suatu kebutuhan tertentu tidak terpenuhi maka makin besar pula keinginan untuk memuaskannya. Kuatnya keinginan untuk memuaskan kebutuhan yang lebih tinggi semakin besar apabila kebutuhan yang lebih rendah telah dipuaskan. Sebaliknya semakin sulit memuaskan kebutuhan yang tingkatnya lebih tinggi, semakin besar keinginan untuk memuaskan kebutuhan yang lebih mendasar.

 

Pertanyaan Nomor 8

Perbedaan antara pengukuran dan penilaian adalah sebagai berikut:

  • Measurement (pengukuran) bersifat kuantitatif berisi deskripsi tentang sebuah kejadian atau karakteristik dengan menggunakan angka-angka. Pengukuran menunjukkan seberapa banyak, seberapa sering atau atau seberapa baik dengan memberikan nilai atau rangking (peringkat). Pengukuran memungkinkan guru untuk membandingkan kinerja seorang siswa dalam tugas tertentu dengan sebuah standar atau dengan kinerja siswa-siswa lain. Pengukuran memaikan peran basar pada banyak keputusan kelas, dan bila dilakukan dengan benar, dapat menyediakan data yang tak terbias untuk mengambil keputusan. Pengukuran (Measurement) adalah suatu proses pengumpulan data melalui pengamatan empiris untuk mengumpulkan informasi yang relevan dengan tujuan yang telah ditentukan. Dalam hal ini guru menaksir prestasi siswa dengan membaca atau mengamati apa saja yang dilakukan siswa, mengamati kinerja mereka, mendengar apa yang mereka katakan, dan menggunakan indera mereka seperti melihat, mendengar, menyentuh, mencium, dan merasakan. Dalam proses pengukuran tentu guru harus menggunakan alat ukur  (tes atau non tes). Instrumen tes seperti tes tertulis berbentuk pilihan ganda, esai atau jawaban singkat. Sedangkan instrumen non tes seperti lembar observasi dan daftar pertanyaan wawancara.
  • Sedangkan Penilaian (assessment) adalah istilah umum yang mencakup semua metode yang biasa digunakan untuk menilai unjuk kerja individu atau kelompok peserta didik. Proses penilaian mencakup pengumpulan bukti yang menunjukkan pencapaian belajar peserta didik. Penilaian merupakan suatu pernyataan berdasarkan sejumlah fakta untuk menjelaskan karakteristik seseorang atau sesuatu. Instrumen penilaian dapat berupa tes tertulis, tes lisan, lembar pengamatan, pedoman wawancara, tugas rumah, dan sebagainya. Penilaian juga diartikan sebagai kegiatan menafsirkan data hasil pengukuran atau kegiatan untuk memperoleh informasi tentang pencapaian kemajuan belajar peserta didik. Terdapat beberapa bentuk pendekatan penilaian diantaranya :
    • Penilaian Acuan Norma (PAN), Secara singkat dapat dikatakan bahwa PAN ialah penilaian yang membandingkan hasil belajar siswa terhadap hasil siswa lain dalam kelompoknya. Pendekatan penilaian ini dapat dikatakan sebagai pendekatan “apa adanya”, dalam arti, bahwa patokan pembanding semata-mata diambil dari kenyataan-kenyataan yang diperoleh pada saat pengukuran/penilaian itu berlangsung, yaitu hasil belajar siswa yang diukur itu beserta pengolahannya. Penilaian ini sama sekali tidak dikaitkan dengan ukuran-ukuran ataupun patokan yang terletak luar hasil-hasil pengukuran sekelompok siswa.
    • Penilaian Acuan Patokan (PAP) PAP pada dasarnya berarti penilaian yang membandingkan hasil belajar siswa terhadap suatu patokan yang telah ditetapkan sebelumnya. Pengertian ini menunjukkan bahwa sebelum usaha penilaian dilakukan terlebih dahulu harus ditetapkan patokan yang akan dipakai untuk membandingkan angka-angka hasil pengukuran agar hasil itu mempunyai arti tertentu. Dengan demikian, patokan ini tidak dicari-cari di tempat lain dan pula tidak dicari di dalam sekelompok hasil pengukuran sebagaimana dilakukan pada PAN. Patokan yang telah ditetapkan terlebih dahulu itu biasanya disebut “batas lulus” atau “tingkat penguasaan minimum”. Siswa yang dapat mencapai atau bahkan melampaui batas ini dinilai “lulus” dan yang belum mencapainya dinilai “tidak lulus”. Mereka yang lulus ini diperkenankan menempuh pelajaran yang lebih tinggi, sedangkan yang belum lulus diminta memantapkan lagi kegiatan belajarnya sehingga mencapai “batas lulus” itu.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s