Archives

Resensi Buku Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran


IDENTITAS BUKU

Judul Buku     : Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran

Penulis             : Dr.rer.nat. H. Rayandra Asyhar, M.Si

Penerbit           : Referensi

Cetakan           : 1, 2012

Tebal               : 196 halaman

 

PENULIS

Dr.rer.nat. H. Rayandra Asyhar, M.Si lahir di tembilahan Riau 16 Agustus 1961. Sejak menyelesaikan studi S1 pada Fakultas MIPA Universitas Riau Pekanbaru tahun 1986, mengabdikan diri sebagai dosen tetap pada Jurusan Pendidikan MIPA, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi hingga sekarang. Pada tahun 1991 melanjutkan studi S2 UGM Yogyakarta, selesai tahun 1994. Gelar Doktor diperoleh dari Institut fuer Ecologische Chemie und Abfallanalysis, Carocolo-Wilhelmina Unversitaet Braunchweig Jerman pada tahun 2002 dengan disertasi berjudul Characterization and Activation of Petroleum Coke and Its Application for the Removal of Phenolics and Dyestuffs form Wastewater.

Continue reading

Pengembangan Instrumen Penilaian


evaluasi

Konsep Tes Kriteria

Konsep utama dari makalah ini adalah tes Kriteria, merupakan instrumen yang terdiri dari item atau tugas kinerja yang secara langsung mengukur keterampilan yang dideskripsikan dalam satu atau lebih tujuan pembelajaran. Istilah kriteria digunakan karena item tes digunakan sebagai patokan untuk menentukan cukup atau tidaknya performansi pebelajar dalam memenuhi tujuan pembelajaran. Keberhasilan dalam tes ini menentukan apakah pebelajar telah mencapai tujuan dalam unit pembelajaran. Item tes mengacu pada performansi yang dideskripsikan pada tujuan. Kata patokan berhubungan dengan spesifikasi dari kecukupan performansi yang dibutuhkan untuk menguasai. Kejelasan dalam menentukan tujuan dan kriteria untuk performansi yang memadai dibutuhkan sebagai panduan untuk membuat tes yang memadai. Berdasarkan atas tujuan performansi tertentu menggunakan kriteria yang dibuat, postest membutuhkan hanya satu atau banyak item.

Continue reading

Perspektif Bisnis


perspektif

BAB I

PENDAHULUAN

 Latar Belakang

Bisnis merupakan salah satu aspek dalam kehidupan manusia yang berkembang dengan sangat pesat yang mewarnai kehidupan ekonomi pada era globalisasi ini. Perkembangan ini selaras dengan semakin meningkatknya kebutuhan manusia modern dalam berbagai aspek kehidupan. Kebutuhan tersebut dapat berbentuk barang atau jasa. Barang-barang yang dibutuhkan manusia seperti kebutuhan pangan yang dikenal dengan sembilan pahan pokok, kebutuhan sandang yang berupa pakaian-pakaian sampai dengan kebutuhan papan berupa rumah dan kebutuhan-kebutuhan lainnya. Sedangkan yang berupa jasa seperti kebutuhan akan akan jasa transportasi baik darat, laut maupun udara, jasa perawatan tubuh seperti salon dan spa, jasa hiburan seperti tempat-tempat rekreasi, karaoke, bioskop dan lain sebagainya.

Perkembangan yang pesat dalam dunia bisnis tersebut menunjukkan bahwa dalam dunia bisnis telah berkembang strategi-strategi untuk mencapai kemajuan dalam bidang tersebut. Seperti perkembangan yang dialami oleh produsen sepatu Nike Sepanjang 1980-an dan 1990-an, Nike masih memainkan perannya sebagai perusahaan baru yang tidak terkenal, tetapi Nike berpacu melesat ke depan untuk memenangkan kompetisi. Antara tahun 1988 dan 1997 pendapatan Nike tumbuh pada tingkat tahunan rata-rata 21%, keuntungan rata-rata investor melonjak 47%. Nike meningkatkan kekuatan mereknya, bergerak agresif ke kategori produk baru, jenis olagraga baru, dan wilayah dunia baru. Perusahaan menempelkan logo swoosh yang terkenal pada semua benda mulai dari kacamata, bola kaki, sampai sarung tangan baseball dan tongkat hockey. Nike menginvasi beberapa olahraga baru termasuk baseball, golf, hockey, skateboard, wall-climbing, dan hiking. Bagi Nike, tampaknya keadaan terlihat sangat baik.

Continue reading

Knowledge Management


Capture10

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Makalah ini bertujuan untuk menunjukkan kepada praktisi teknologi kinerja sebuah intervensi yang akan memberikan manfaat yang besar dari keterlibatan mereka yaitu majemen pengetahuan. Knowledge management (KM) mencakup aspek-aspek yang berbeda dari sebuah organisasi seperti, orang-orang, budaya, proses, struktur, kepemimpinan, teknologi dan pengukuran. Makalah ini menyediakan gambaran umum tentang KM, termasuk tujuannya, sejarah singkatnya, istilah dan konsep terkini, inisiatif organisasi yang sama yang berhubungan dengan KM, seperti pembelajaran organisasi. Hal tersebut menunjukkan kerangka untuk membangun sistem KM dalam sebuah organisasi, menekankan pada kumpulan keterampilan HPT, dan pada akhirnya memberikan daftar sumber daya untuk informasi lebih lanjut.

Pada awal tahun 1970-an tidak seorangpun yang membahas tentang knowledge management (KM). Pada tahun 2025 mungkin tidak ada yang akan membahasnya kecuali para ahli sejarah. Bagaimanapun tantangan dalam mengatur komunikasi yang efektif dan bertujuan tentang apa yang diketahui oleh individu dalam suatu organisasi. Tindakan-tindakan yang dilibatkan dalam KM, meskipun mereka disebut tindakan pengembangan organisasi, atau dengan nama dari beberapa tipe intervensi yang lainnya dari HPT, akan menjadi bagian yang berkelanjutan dari kesuksesan organisasi. HPT berperan dalam tindakan-tindakan tersebut, dengan nama apapun tindakan-tindakan tersebut diberi nama dan profesional HPT berperan dalam kesuksesan tersebut.

Continue reading

Ujian Semester Orientasi Baru Psikologi Pendidikan


UJIAN SEMESTER ORIENTASI BARU PSIKOLOGI PENDIDIKAN

  1. Jelaskan mengapa mahasiswa MTP harus mengikuti perkuliahan Orientasi Baru Dalam Psikologi Pendidikan? Jawaban anda hendaknya di mulai dengan Rasional, tujuan Kurikuler, tujuan instruksional dan manfaat setiap pokok bahasan yang di kaji dalam perkuliahan?
  2. Profesionalitas guru di tandai beberapa indikator antara lain memiliki empat kompetensi yaitu kompetensi pedagogi, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional, Jelaskan bagaimana aplikasi empat kompetensi tersebut dalam proses pembelajaran berbasis psikologi pendidikan.
  3. Teori teori Behaviorism telah dikembangkan oleh pavlov, watson, thorndike dan skiner. Anda di minta menganalisis bagaimana penerapan teori behaviorisme tersebut dalam pendidikan dan pembelajaran?
  4. Upaya meningkatkan motivasi belajar dapat dilakukan berdasarkan perspektif behavioral, humanistis, kognitif dan perpektif sosial. Anda di minta menjelaskan gagasan yang terdapat pada keempat perspektif tersebut.dan bagaimana implementasinya masing – masing perspektif tersebut dalam proses pembelajaran?
  5. Mengapa mempelajari perkembangan anak itu penting? Menurut jean piaget ada empat tahap perkembangan kognitif yang terjadi pada manusia pada umumnya.anda di minta menyebutkan ciri – ciri yang terdapat pada setiap Tahapan,dan menjelaskan sedikitnya empat teaching strategies bagaimana menerapkan teori piaget untuk pendidikan anak.
  6. Beberapa hasil riset menunjukkan bahwa wanita lebih baik ketimbang pria dalam hal memori episodiknya yaitu memori tentang kejadian personal yang mencakup waktu dan tempat kejadian,sedangkan pria lebih baik ketimbang wanita dalam hal visual – spatial working memory.anda diminta menjelaskan sedikitnya tiga teaching strategies untuk membantu murid meningkatkan memori mereka, serta jelaskan apakah perbedaan gender perlu di pertimbangkan dalam teaching strategis yang anda piilh.
  7. Anda di minta menjelaskan konsep tentang “individu berkebutuhan khusus” ? jawaban anda hendaknya di mulai dengan definisi, jenis – jenisnya, dan bagaimana model pendidikan yang paling tepat jika di lakukan di sekolah reguler/umum, di sekolah luar biasa dan di panti?
  8. Pengukuran (measurement) dan penilaian (evaluation) merupakan proses yang di lakukan dalam kegiatan secara sistematis dalam rangka mengumpulkan informasi tentang perkembangan peserta didik dan kemajuan belajar yang di capainya.jelaskan definisi, pendekatan dan istrumentnya berikut contohnya masing – masing.

Continue reading

Tugas Mid Semester Psikologi Pendidikan


Capture9

 

Tinjauan Pelaksanaan Pembelajaran K-13 Di Sekolah

Cara Pembuatan RPP

Masalah yang ditemui dalam pembuatan RPP berdasarkan hasil survei sederhana yang dilakukan di SMAN Titian Teras H. Abdurrahman Sayoeti diantara:

  1. Perubahan aturan yang begitu cepat

Perubahan permen yang terlalu cepat sehingga secara psikologis guru belum berhasil menyesuaikan diri dengan aturan pembuatan RPP yang baru, namun aturan terbaru sudah dikeluarkan. Pada Permendikbud no 65 tahun 2013 di dalam komponen RPP terdapat tujuan pembelajaran dan indikator yang dijabarkan hanya indikator dari KD 3 dan KD 4 sedangkan untuk indikator dari KD 1 dan KD 2 tidak perlu dijabarkan. Kemudian keluar aturan terbaru yaitu Permendikbud nomor 103 tahun 2014 yang menjelaskan bahwa dalam komponen RPP tidak terdapat tujuan pembelajaran. Sedangkan untuk penjabaran indikator, semua indikator baik dari KD 1, 2, 3, dan 4 semuanya harus dijabarkan. Dampak dari perubahan yang begitu cepat ini diantaranya banyak guru yang belum memahami pembuatan RPP berdasarkan aturan yang lama yaitu no. 65 tahun 2013. Dalam keadaan seperti itu mereka kembali harus menyesuaikan dengan aturan yang baru yaitu Permendikbud no. 103 tahun 2014. Keadaan ini menimbulkan ambiguitas diantara para guru, karena belum maksimalnya pemahaman mereka tentang permendikbud yang ada. Dari hasil survei secara sederhana terlihat bahwa RPP yang dibuat oleh guru masih banyak yang berpedoman pada aturan yang lama yaitu permendikbud no. 65 tahun 2013.

  1. Komponen dan sistematika RPP

Masalah yang ditemui dalam pembuatan RPP khususnya yang berkenaan dengan komponen dan sistematika RPP adalah pemahaman yang kaku terhadap permendibud no. 103 tahun 2004. Dalam lampiran permendikbud tersebut dijelaskan bahwa dalam kegiatan ini terdiri dari kegiatan 5 M yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar/mengasosiasi dan mengkomunikasikan. Namun pada bagian selanjutnya dijelaskan bahwa setiap langkah pembelajaran dapat digunakan berbagai metode dan tehnik pembelajaran. Dapat diartikan bahwa guru dapat menggunakan metode dan tehnik pembelajaran yang berbeda sehingga langkah-langkah pembelajaran dalam RPP tidak harus selalu berisi kegiatan 5 M tersebut. Dalam praktek yang terjadi semua RPP yang dibuat oleh guru kegiataan intinya selalu berisikan kegiatan 5 M padahal mereka menggunakan model pembelajaran yang berbeda-beda. Seharusnya guru melakukan analisis sintaks (langkah-langkah) dalam suatu model pembelajaran yang disesuaikan dengan kegiatan 5 M. Sehingga dari hasil analisis tersebut dapat terlihat suatu sintaks dapat digolongkan dalam kegiatan apa dari kegiatan 5 M.

Continue reading