Archives

Pendidikan Menurut Idealisme


Capture3PENDIDIKAN

Budaya moral harus didasarkan atas “maxims,” bukan atas disiplin; salah satunya mencegah kebiasaan jahat, sedangkan yang lainnya melatih fikiran untuk berfikir. Kita harus melihat, maka, anak harus membiasakan dirinya bertindak selaras dengan “maxims,” dan tidak pernah merubah tindakan tersebut. Melalui disiplin kita membentuk kebiasaan tertentu, lebih lanjut, paksaan yang berkurang dalam waktu beberapa tahun. Anak harus belajar bertindak sesuai dengan “maxims,” suatu kewajaran dimana ia mungkin melihat bagi dirinya. Seseorang dapat dengan mudah melihat bahwa terdapat beberapa kesulitan dalam menerapkan prinsip ini dengan anak kecil, dan bahwa budaya moral membutuhkan wawasan yang mendalam dari orang tua dan guru.

Continue reading

Tugas Ujian Semester Filsafat Ilmu


Capture2

Pertanyaan 1

Filsafat secara umum

Secara umum Harold H. Titus dalam buku Ilmu, Filsafat dan Agama mengemukakan bahwa filsafat adalah satu sikap tentang hidup dan tentang alam semesta, filsafat ialah satu metode pemikiran reflektif dan penyelidikan akliah, dan filsafat adalah suatu sistem pemikiran. Alfarabi seorang filosof muslim terbesar dalam buku yang sama menyatakan bahwa filsafat ialah ilmu pengetahuan tentang alam yang maujud dan bertujuan menyelidiki hakekatnya yang sebenarnya. Herderson dalam buku pengantar filsafat pendidikan mengatakan bahwa filsafat mencoba mengajarkan suatu konsep tentang alam semesta secara sistematis dan inklusif dimana manusia bearada di dalamnya. Oleh karena itu, filosof lebih sering menggunakan intelegensi yang tinggi dibandingkan dengan ahli sains dalam memecahkan masalah-masalah hidupnya. Dalam buku yang sama Sidi Gazalba menjelaskan bahwa berfilsafat merupakan berfikir yang memiliki tiga ciri yaitu radikal, sistematis dan universal. Berfikir radikal, berfikir sampai ke akar-akarnya, tidak tanggung-tanggung, sampai pada konsekuensi yang terakhir. Berfikir itu tidak separuh-separuh, tidak berhenti di jalan, tetapi terus sampai ke ujungya. Berfikir sistematis adalah berfikir logis, bergerak selangkah demi selangkah dengan penuh kesadaran dengan urutan yang bertanggung jawab dan saling hubungan yang teratur. Berfikir universal tidak berfikir khusus, yang hanya terbatas pada bagian-bagian tertentu, melainkan mencakup keseluruhan. Dalam Alquran dan budaya Arab terdapat istilah hikmat yang berarti arif atau bijak. Filsafat itu sendiri bukan himat, melainkan cinta yang sangat mendalam terhadap hikmat. Dengan pengertian tersebut, maka filosof ialah orang yang mencintai dan mencari hikmat dan berusaha mendapatkannya. Menurut Al-Syaibani dalam buku Pengantar Filsafat Pendidikan, hikmat mengandung kematangan pandangan dan pikiran yang jauh, pemahaman dan pengamatan yang tidak dapat dicapai oleh pengetahuan saja. Dengan hikmat filosof dapat mengatahui pelaksanaan pengetahuan dan dapat melaksanakannya. Al-Syaibani menjelaskan bahwa hikmat yang dicintai oleh filosof dan selalu berusaha mencapainya mengandung lima unsur yaitu universal, pandangan yang luas, cerdik, pandangan perenungan (meditatif, spekulatif) dan mengetahui pelaksanaan pengetahuan tersebut atau pengetahuan yang disertai dengan tindakan yang baik. Jadi, filosof atau orang arif memiliki pandangan yang serba mungkin. Ia tidak akan puas dengan satu aspek atau satu pengalaman saja. Filosof akan memperhatikan semua aspek pengalaman manusia. Ia memiliki keistimewaan, pandangannya luas sehingga memungkinkan ia melihat sesuatu secara menyeluruh, memperhitungkan tujuan yang seharusnya. Ia akan melampaui batas-batas yang sempit dari perhatian yang khusus dan kepentingan individual.

Continue reading

Filsafat Perenialisme


Capture

BAB I

PENDAHULUAN

1.1      Latar belakang

Filsafat/filosofi berasal dari kata Yunani yaitu philos (suka) dan sophia (kebijaksanaan), yang diturunkan dari kata kerja filosoftein, yang berarti : mencintai kebijaksanaan. seorang philosoph adalah seorang pencinta kebijaksanaan. Sebagian lain mengatakan bahwa filsafat adalah cinta akan kebenaran. Filsafat sering pula diartikan sebagai pandangan hidup. Dalam dunia pendidikan, filsafat mempunyai peranan yang sangat besar. Karena, filsafat yang merupakan pandangan hidup ikut menentukan arah dan tujuan proses pendidikan.

Oleh karena itu, filsafat dan pendidikan mempunyai hubungan yang sangat erat. Sebab, pendidikan sendiri pada hakikatnya merupakan proses pewarisan nilai-nilai filsafat, yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kehidupan yang lebih baik atau sempurna dari keadaan sebelumnya.

Dalam pendidikan diperlukan bidang filsafat pendidikan. Filsafat pendidikan sendiri adalah ilmu yang mempelajari dan berusaha mengadakan penyelesaian terhadap masalah-masalah pendidikan yang bersifat filosofis. Jadi jika ada masalah atas pertanyaan-pertanyaan soal pendidikan yang bersifat filosofis, wewenang filsafat pendidikanlah untuk menjawab dan menyelesaikannya.

Secara filosofis, pendidikan adalah hasil dari peradaban suatu bangsa yang terus menerus dikembangkan berdasarkan cita-cita dan tujuan filsafat serta pandangan hidupnya, sehingga menjadi suatu kenyataan yang melembaga di dalam masyarakatnya. Dengan demikian, muncullah filsafat pendidikan yang menjadi dasar bagaimana suatu bangsa itu berpikir, berperasaan, dan berkelakuan yang menentukan bentuk sikap hidupnya. Adapun proses pendidikan dilakukan secara terus menerus dilakukan dari generasi ke generasi secara sadar dan penuh keinsafan.

Ajaran filsafat adalah hasil pemikiran sesorang atau beberapa ahli filsafat tentang sesuatu secara fundamental. Dalam memecahkan suatu masalah terdapat perbedaan di dalam penggunaan cara pendekatan, hal ini melahirkan kesimpulan-kesimpulan yang berbeda pula, walaupun masalah yang dihadapi sama. Perbedaan ini dapat disebabkan pula oleh factor-faktor lain seperti latar belakangnpribadi para ahli tersebut, pengaruh zaman, kondisi dan alam pikiran manusia di suatu tempat.

Ajaran filsafat yang berbada-beda tersebut, oleh para peneliti disusun dalam suatu sistematika dengan kategori tertentu, sehingga menghasilkan klasifikasi. Dari sinilah kemudian lahir apa yang disebut aliran (sistem) suatu filsafat. Tetapi karena cara dan dasar yang dijadikan criteria dalam menetapkan klasifikasi tersebut berbeda-beda, maka klasifikasi tersebut berbeda-beda pula. Salah satu aliran dalam filsafat adalah perenialisme. Apa itu aliran perenialisme, apa saja yang menjadi pokok bahasan dari aliran ini merupakan kajian yang akan dibahas dalam makalah ini.

Continue reading