Archives

Tugas Ujian Semester Landasan Teknologi Pendidikan


Capture6

  1. Definisi dan Terminologi oleh AECT

Teknologi pendidikan adalah studi dan praktek etik dari memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja dengan menciptakan, menggunakan, dan mengatur proses dan sumberdaya teknologi yang tepat.

Dari definisi tersebut terdapat beberapa konsep penting diantaranya studi. Studi merujuk pada pengumpulan dan analisis informasi dibalik konsep tradisonal tentang penelitian, termasuk penelitian kualitatif dan kuantitatif dan juga bentuk disiplin inkuiri lainnya seperti pembuatan teori, analisa filosofis, investigasi sejarah, proyek pengembangan, analisis kesalahan, analisis sistem dan evaluasi.

Konsep kedua dari definisi tersebut adalah praktek etik. Teknologi pendidikan telah sejak lama memiliki kode etik tersendiri. Komite etik dari AECT secara aktif telah mendefinisikan standar etika bidang ini dan menyediakan contoh kasus yang akan didiskusikan dan difahami. Kode etik profesional dari AECT termasuk didalamnya prisip bersedia untuk membantu para anggota baik secara individual maupun secara kolektif dalam memelihara tingkatan tinggi dari perilaku profesional.

Continue reading

Nilai (Landasan Teknologi Pendidikan)


Capture5

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar belakang

Definisi mendasar yang didiskusikan dalam makalah ini menyatakan bahwa konsep teknologi pendidikan meliputi sejumlah nilai profesional, etika dan moral. Sentralitas dari nilai-nilai tersebut semakin nyata ketika memandang teknologi pendidikan sebagai bidang atau profesi. Kode etik yang yang meliputi kelompok nilai utama, secara umum dianggap ciri penting dari suatu profesi. Dibalik dimensi moral dan etika, pernyataan nilai juga memiliki manfaat praktis. Organisasi yang berkomitmen terhadap nilai pokok akan lebih efektif. Hasil riset menunjukkan bahwa mereka cenderung untuk tidak menunjukkan kinerja yang baik pada organisasi yang tidak memiliki nilai-nilai eksplisit.

Definisi kerja awalnya mengakui beberapa nilai umum akan tetapi tidak mendiskusikannya secara mendalam. Contohnya definisi terbaru dari AECT menyatakan bahwa ahli teknologi instruksional, sebagai komunitas profesi, cenderung untuk menilai konsep seperti, kemampuan untuk meniru dari suatu instruksi, individualisasi, efisiensi, kemampuan untuk menjadi umum dari proses seluruh konten, perencanaan yang detil, analsisi dan spesifikasi, kekuatan visual, dan manfaat dari instruksi yang berfungsi sebagai mediator. Makalah ini berusaha untuk membuat nilai umum dari teknologi pendidikan secara lebih eksplisit.

Continue reading

Meningkatkan Kinerja (Landasan Teknologi Pendidikan)


Capture4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1      Latar belakang

Kinerja yang baik adalah kinerja yang mengikuti tata cara atau prosedur sesuai standar yang telah ditetapkan. Akan tetapi didalam kinerja tersebut harus memiliki beberapa kriteria agar meningkatkan produktifitas sehingga apa yang diharapkan bisa berjalan sesuai apa yang di inginkan.

Untuk meningkatkan kinerja yang baik harus introspeksi diri demi tercapainya kinerja yang lebih baik kedepannya, bekerja sesuai posisi, porsi, dan jobnya masing-masing.
Namun demikian hal tersebut tidaklah semudah membalikan telapak tangan tetapi mesti ada peran langsung ke ikut sertaan manajemen untuk bisa mengontrol dan memberikan teknik cara agar bagaimana bisa terjaminnya mutu dan kualitas sehingga karyawan bisa dengan mudah bekerja tanpa ada rasa terbebenani dan hubungan antara pihak manajemen dengan bawahan semakin kuat.

Tanpa disadari mungkin di setiap kantor/tempat kerja ada pihak yang mau menang dan benar sendiri, akan tetapi pihak manajemen juga tidak bisa menyalahi bawahannya. Untuk itulah pihak manajemen terkait mesti turun langsung kelapangan agar bisa melihat bagaimana menciptakan teknik yang baik serta meningkatkan loyalitas karyawan terhadap kantor dan pekerjaannya.

Continue reading